Selasa, 15 April 2008

Bondan Prakoso ft Feat 2 Black - R.I.P. (Rhyme In Peace)

[intro]
Am Em F C

[rapp]
Am Em F C

Apa kata yang tepat untuk protes terhadap waktu
Rhyme style apa yang pas untuk demo sedih diriku
Air mataku sanggup katakan lebih banyak dari pada
pesan yang disampaikan semua kata

Yoo.. yo capital A. N. double much respect fo ya
Kau Selalu karyakan beat untuk rima ber-lima
Meski jarak terbentang ambisi bukan halangannya
Roda dua F1Z menghempas debu Bogor-Jakarta

Sahabat terbaik dalam mengejar mimpi
Teman terhebatku untuk dapat berdiri
Kawan yang tepat untuk sharing hal-hal kecil
Kuping yang pas untuk
Untuk dengar rima Cypress Hill

Masih tergambar jelas alunan takdir
Kita lewati malam dengan sebotol beer
Bicara, tertawa, bertingkah semaunya
Sudah saatnya kau tenang di alam sana

[reff]
Am Em
Hari - hari yang kan ku jalani
F C
kini semua kan terasa sunyi …
Am Em
Walau hampa pasti ku hadapi
F C
ku ucapkan slamat jalan …

[rapp]
Am Em F C

slamat jalan teman, semoga kau tenang
Semua canda tawa bayangmu takkan pernah hilang
Dalam setiap langkah, kau slalu ada
Sampai kini ku tak percaya kau telah tiada

Yo.. yo.. Mungkin batu nisan pisahkan dunia kita
Namun ambisimu kan kujaga slalu membara
Gapailah doa yang slalu kubaca
Menemani langkahmu menuju singgasana surga

Back to : [reff]

Selamat tinggal
tidur yang lelap
mimpi yang indah
slamat jalan

Selamat tinggal (We love you my brother you’ll always in my heart)
tidur yang lelap (Even now and forever we’ll always one blood)
mimpi yang indah (Hope God give you heaven, may God be with you)
slamat jalan

kami detik ini tanpa kau seperti minus 1
Kami hisap “King Arthur” untuk kau kawan
Kami minum “ini” hanya untuk mu teman
Kau adalah milik-Nya, dan kepada-Nya lah kau kembali
Sampai bertemu Brother, dialam sana nanti
Rhyme In Peace

Naff - Kaulah Hidup dan Matiku

Kaulah Darahku Juga Nadiku

Kaulah Nafasku Juga Jantungku

Engkaulah Hatiku Dan Juga Jiwaku


Reff:

Aku Mau Hidup Denganmu

Aku Mau Matipun Karenamu

Aku Mau Disisa Waktuku Bersamamu


Kaulah Senyumku Juga Tawaku

Kaulah Damaiku Juga Bahagiaku

Engkaulah Teduhku Tempatku Bernaung


Back To Reff:


Kau Yang Slalu Setia Menemaniku

Meresapkan Harumnya Cinta Dihatiku

Kau Yang Menyayangiku Setulusnya


Aku Mau Hidup Denganmu

Aku Mau Hidup Denganmu

Aku Mau Matipun Karenamu

Aku Mau Disisa Waktuku Bersamamu

Hanya Bersamamu


Aku Mau Hidup Denganmu

Aku Mau Matipun Karenamu

Aku Mau Disisa Waktuku Bersamamu

Hanya Bersamamu


Aku Mau Hidup Denganmu

Aku Mau ..

Aku Mau Matipun Karenamu

Aku Mau ..


Kaulah Hidupku Dan Juga Matiku




lirik lagu naff kaulah hidup dan matiku

Sabtu, 12 April 2008

At Last, Pengunjung ke 1000. Thanks Aura!

Akhirnya pengunjung ke 1000 itu mampir juga ke blog ini. Blog yang semula hanya dikunjungi sendiri ternyata ada hoki juga setelah masang lirik aura kasih yang malaikat penggoda, long distance dan mata keranjang. Kalo dulu search engine pasang nama blog ini di daftar akhir2 tuh...nah, sekarang (sekali lagi thanks aura) bisa top search. Kalo cari lirik lagu mata keranjang aura kasih atau long distance aura kasih pasti muncul di deretan atas deh....
Semoga dapet ilham buat nulis lebih baik. Wish best luck for all visitors.

Selasa, 08 April 2008

Situs Porno Tidak Jadi Dibredel

Setelah beberapa hari terakhir muncul banyak berita tentang UU ITE dan Pemblokiran situs porno, maka hari ini saya mencoba mengakses salahsatu situs porno tertua di dunia yaitu worldxxx.com. Ternyata situs tersebut masih dapat dibuka dengan lancar tanpa kendala apapun. Bahkan beberapa hari setelah UU ITE disahkan situs-situs porno lokal pun masih terlihat santai dan tenang bahkan dapat diakses dengan bebas. Benarkah ada niat pemblokiran dari pemerintah melalui server yang masuk Indonesia?
Apalagi beberapa waktu lalu nonton perspektif Wimar dan katanya google mau diblock. Lho, kok malah tambah aneh?
Emangnya search engine cuman google apa? Emang pemerintah ga tau kalo ada cathcha, yahoo, dll yang males kalo disebut satu-satu. Apa semua mau diblok? Masalahnya pada blog ini bukan pada setuju atau tidaknya terhadap blokir, pemerintah, aturan perundang-undangan maupun etika. Masalah yang lebih besar ternyata bukan itu, masalahnya adalah keterbatasan akses yang dimiliki untuk dapat berkembang. Bayangkan saja jika sorang pemilik blog di blogspot (termasuk saya) yang menggantungkan hidupnya pada kebebasan bicara di blognya kemudian harus berpindah rumah. (Terbayang deh sedihnya orang jakarta yang sering kena gusur itu)
Masalah bangsa ternyata tidak melulu pornografi internet. Itu salah satunay saya setuju tapi jika itu sebagai masalah paling besar saya tidak setuju. Bayangin aja, tanpa harus akses internet (terlepas dari mana lokasi akses, pasti bayar juga kan) siapapun bisa mengakses yang tayangan dewasa yang menjurus pada tayangan seks pada salah satu TV tiap selasa pagi sampai jumat pagi jam 2 sampai sekitar jam 4an. Gratis dan live. Itu belum termasuk acara infotainment yang membahas artis dangdut serta acara yang lain baik lokal maupun asing. Tidak termasuk tayangan TV berbayar juga yang menampilkan gulat wanita. Kenapa harus internet jadi korban?
Satu cerita menarik dari Jogja. Ini sungguh terjadi dan ada. Di suatu kampung di daerah pinggiran kota, pada malam minggu di suatu rumah, di pinggiran kota Jogja. Ada seorang anak SD (Sekolah Dasar) dikunjungi oleh pacarnya. Betapa mengejutkan bagi mereka yang mengetahui apalagi ini masih di daerah dimana banyak orang mengenal satu sama lain. Di tempat yang lain, anak-anak seusia mereka mengendarai sepeda motor "Nongkrong" di sudut-sudut kota. Bergembira layaknya orang dewasa.
Apa iya, itu korban internet? Benarkah anggaran pemerintah untuk situs porno itu dari hati nurani yang terdalam? Saat rakyat menderita karena hal-hal yang tidak masuk akal, dimana keadilan?

Long Distance - Aura Kasih

long distance is killing me 2x
duhai angin sampaikan salamku kepadanya
telah etahun lamanya kami tak berjumpa
tapi tetap dia yang selalu kucinta
jiwa dan ragaku hanya untuknya

kurindukan dia selalu
kuharap dia pun begitu
terlalu banyak godaanku
tuk gantikannya denga kekasih yang baru


kuingin dia cepat kembali
kedalam pelukanku lagi
ku tak tahan tuk terus begini
bisa-bisa aku mati

kuingin dia cepat kembali
membawaku terbang tinggi lagi
ku tak tahan tuk terus begini
bisa-bisa aku mati

long distance is killing me 2x
long distance uhhh...
long distance is killing me 4x

kuingin dia cepat kembali
kedalam pelukanku lagi
ku tak tahan tuk terus begini
bisa-bisa aku mati

kuingin dia cepat kembali
membawaku terbang tinggi lagi
ku tak tahan tuk terus begini
bisa-bisa aku mati

long distance is killing me 2x
uhhh......
long distance is killing me

lirik lagu long distance aura kasih

malamindah.000webhost.info
just my other home mong

Minggu, 06 April 2008

Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD - by Paijo

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan semua pihak untuk dapat memperoleh informasi secara melimpah, cepat dan mudah dari berbagai sumber, tempat di dunia. Dengan demikian siswa perlu memiliki kemampuan untuk memperoleh, memilih dan mengelola informasi untuk bertahan pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif. Untuk menghadapi tantangan jaman yang selalu berubah-rubah ini diperlukannya SDM yang berkualitas, sehingga mampu bertahan dan bersaing di masa yang akan datang.
Melihat dewasa ini kualitas dan kuntitas pendidikan di Indonesia dari mulai tingkat sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi mengalami peningkatan yang cukup siginifikan dan membawa bangsa kita ke dalam persaingan global yang semakin ketat dan menantang. Untuk menghadapi beberapa tantangan dalam persaingan global kita sebagai bangsa Indonesia harus lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, terutama dibidang kemampuan intelegensi dan keterampilan. Oleh karena itu peningkatan kualaitas SDM merupakan sesuatu hal yang tidak dapat bisa dipungkiri lagi secara terencana, terarah, intensif, efektif dan efisien, jika menginginkan tidak kalah dengan bangsa-bangsa lainnnya.
Upaya peningkatan kualitas penidikan terus menerus dilakukan baik secaa konvensional maupun inovatif. Hal tersebut lebih terfokus lagi setelah diamanatkan bahwa tujuan pendidikan nasoinal adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan. Pendidikan tidak terlepas dari poses pembelajaran, ada beberapa komponen dasar yang memepengaruhi pembelajaran sedemikian hingga tidak efektif.
Dalam proses pembelajaran hanya terdapat dua unsur penting yaitu guru (pembelajar) dan siswa (pelajar) dua unsur ini yang sangat berpengaruh terhapa proses keberhasilan dalam pembelajaran. Adapun tugas utama guru dalam proses pembelajaran adalah membelajarakan siswa (pelajar) dengan menyediakan berbagai fasilitas dan mampu menciptakan lingkungan yang kondusip. Apabila kondisi belajar sudah maksimal, maka proses pembelajaran akan berlangsung secara maksimal juga. Di dalam menciptakan suatu suasa pembelajaran yang kondusip terdapat beberapa faktor pengaruh atau penghambat. Ada beberapa pengaruh yang dapat menghambat proses pembelajaran seperti matari sulit, komunikasi belum terjalain secara maksimal, kurangnya motivasi, kurannya penghargaan guru terhadap siswa, kurangnya kerjasama antar siswa dalam proses belajar sehingga di antara siswa masih saling mengandalkan, dan seterusnya adalah merupakan contoh yang dapat menghambat kondisi belajar kurang maksimal dan kondusif.
Pembelajaran kooperatif adalah dimana siswa diminta untuk belajar kelompok untuk memecahkan suatu masalah, menyelesaikan tugas. Untuk kelopok terdiri dari 5 orang dan dimana semua anggota kelompok yaitu heterogen.
Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting, yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial (Muslim Ibrahim dkk dalam hasil penelitian Sugiono dkk). Selain Pembelajaran kooperatif di kembangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran, taetapi mencipatakan sebuah revolusi pembelajaran dalam kelas sehingga tidak ada lagi sebuah kelas yang sunyi selama proses pembelajaran (Prof Dr.Mohamad Nur, 2005 : 2).
Menurut Slavin ( 1997, 72) STAD is one of the simplest of all cooperative learning methods, and is agood model to begia with for teschers who are new to the cooperative apporoach. Selain itu (Prof Dr.Mohamad Nur, 2005 : 2) pembelajaran koopertaif model STAD terdiri dari lima komponen utama yaitu presentasi kelas, kerja Tim, kuis, skor perbaikan individu,, dan penghargaan tim. Sehingga jika dilihatdari kompenen-komponen STAD khusunya untuk Penghargaan Tim merupakan salah satu meningkatkan motivasi dan kompetisi kelompok yang dimana setiap kelompok harus bertanggungjawab terhadap anggota-anggotanya.

Mengajarkan Matematika ( Sebuah Pemikiran Pendidikan )

Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu terus menerus dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan.

Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan dimasa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi peserta didik, sehingga yang bersangkutan mampu menghadapi dan memecahkan problema kehidupan yang dihadapinya. Pendidikan harus menyentuh potensi nurani maupun potensi kompetensi peserta didik. Konsep pendidikan tersebut terasa semakin penting ketika seseorang harus memasuki kehidupan di masyarakat dan dunia kerja, karena yang bersangkutan harus mampu menerapkan apa yang dipelajari di sekolah untuk menghadapi problema yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari saat ini maupun yang akan datang.

Untuk mendukung terlaksananya kemajuan dalam pendidikan yang diharapkan maka perlu adanya perubahan dan penyesuaian dalam proses pembelajaran yang ada. Pembelajaran selama ini hanya berpusat pada guru sebagai pemateri dan sumber belajar. Pengembangan kompetensi peserta didik kurang terakomodir dengan model pembelajaran selama ini. Jika ini terus berlanjut maka kompetensi yang diharapkan dapat dimiliki peserta didik tidak akan dapat terpenuhi.

Matematika berfungsi mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, menurunkan dan menggunakan rumus Matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui materi aljabar, geometri, logika Matematika, peluang dan statistika. Matematika juga berfungsi mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan melalui model Matematika yang dapat berupa kalimat dan persamaan Matematika, diagram, grafik atau table (Depdiknas, 2003; 6)

Pendekatan dan strategi pembelajaran hendaknya mengikuti kaidah pedagogik secara umum, yaitu pembelajaran diawali dari kongkrit ke abstrak, dari sederhana ke kompleks, dan dari mudah ke sulit, dengan menggunakan berbagai sumber belajar (Depdiknas, 2003; 11).

Menurut Sobel dan Maletsky (Nuriana, 2004) banyak sekali guru matematika yang menggunakan waktu pelajaran dengan kegiatan membahas tugas-tugas lalu, memberi pelajaran baru, memberi tugas kepada siswa. Pembelajaran seperti di atas yang rutin dilakukan hampir tiap hari dapat dikategorikan sebagai 3M, yaitu membosankan, membahayakan dan merusak seluruh minat siswa. Apabila pembelajaran seperti ini terus dilaksanakan maka kompetensi dasar dan indikator dalam

pembelajaran tidak akan dapat tercapai secara maksimal.

Terjadinya proses belajar sebagai upaya untuk memperoleh hasil belajar sesungguhnya sulit untuk diamati karena ia berlangsung di dalam mental. Namun demikian, kita dapat mengidentifikasi dari kegiatan yang dilakukannya selama belajar. Sehubungan dengan hal ini, para ahli psikologi cenderung untuk mengguna-kan pola tingkah laku manusia sebagai suatu model yang menjadi prinsip-prinsip belajar.

Thorndike, salah seorang penganut paham psikologi behavior (Rusdy A. Siroj, 2004; 2), menyatakan bahwa belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R) yang diberikan atas stimulus tersebut. Menurutnya, dari berbagai situasi yang diberikan seekor hewan akan memberikan sejumlah respon, dan tindakan yang dapat terbentuk bergantung pada kekuatan koneksi atau ikatan antara situasi dan respon tertentu. Kemudian ia menyimpulkan bahwa semua tingkah laku manusia baik pikiran maupun tindakan dapat dianalisis dalam bagian-bagian dari dua struktur yang sederhana, yaitu stimulus dan respon. Dengan demikian, menurut pandangan ini dasar terjadinya belajar adalah pembentukan asosiasi antara stimulus dan respon.

Dalam teori belajar bermaknanya, Ausabel mengatakan bahwa belajar adalah suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Jadi, proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka (root learning), namun berusaha menghubungkan konsep-konsep tersebut untuk menghasilkan pemahaman yang utuh (meaningfull learning), sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan (Arif Sholahuddin, 2003).

Bacon (Samuel Smith, 1986 : 157) mengungkapkan bahwa seorang murid harus percaya akan penelitian dan percobaannya sendiri dalam mencari kebenaran yang nyata, hasil yang berlaku dan hal-hal yang diamati, bukannya teori-teori aneh tentang gejala alam.

Agar terjadi belajar bermakna maka dalam diri siswa harus ada konsep-konsep relevan yang disebut subsumer. Bila tidak terdapat konsep-konsep yang relevan tersebut maka informasi baru akan dipelajari secara hafalan. Bila tidak dilakukan usaha untuk mengasimilasikan pengetahuan baru pada konsep-konsep relevan yang sudah ada dalam struktur kognitif, juga akan terjadi belajar hafalan. Dengan demikian, guru harus selalu berusaha mengetahui konsep-konsep apa yang telah dimiliki oleh siswa dan membantu mengasimilasikan konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang diajarkan.

Bourne (Hamzah, 2006;1) memahami matematika sebagai konstruktivisme sosial dengan penekanannya pada knowing how, yaitu pembelajar dipandang sebagai mahluk yang aktif dalam mengskostruksi ilmu pengetahuan dengan cara berinteraksi dengan lingkungannya. Hal ini berbeda dengan pengertian knowing that yang dianut oleh kaum absoluitis, di mana pembelajar dipandang sebagai mahluk yang pasif dan seenaknya dapat diisi informasi dari tindakan hingga tujuan (Dewey dalam Hamzah, 2006). Dalam proses belajar mengajar matematika diperlukan adanya sebuah metode yang ideal dalam belajar. Metode yang ideal dalam belajar sebagaimana dikemukakan Dewey ( Samuel Smith, 1986:260) memiliki ciri :

  1. Murid harus benar-benar tertarik pada kegiatan, pengalaman atau pekerjaan yang edukatif
  2. Ia harus menemukan dan memecahkan kesukaran atau masalah
  3. mengumpulkan data-data melalui ingatan pemikiran dan pengalaman pribadi atau penelitian
  4. menentukan cara pemecahan kesukaran atau masalah
  5. mencoba cara terbaik untuk memecahkan sesuatu melalui penerapan dslam pengalaman, percobaan atau kehidupan sehari-hari.

Freudenthal dalam Koeno Gravemeijer (1994:13) mengatakan :

Siswa harus diberi kesempatan untuk menemukan kembali matematika dibawah bimbingan orang dewasa. Dalam sudut pandang ini, pendidikan matematika akan sangat interaktif dan guru-guru harus membangun ide-ide dari para siswa.

Eckhard Klieme, et al (2001), mengatakan bahwa :

Selama bertahun-tahun, penelitian mengenai psikologi dan pendidikan dalam pemahaman konsep-konsep geometri secara keseluruhan mengacu pada teori Piaget dan Inhelder(1971). Dalam penelitian perkembangan psikologis mereka, piaget dan Inhelder mengembangkan teori tentang tahapan-tahapan sesuai perkembangan yang dialamai anak dalam tiga tahapan pemikiran geometris mulai usia anak-anak hingga awal remaja. Pertama, anak-anak berada dalam tahap sensori-motor untuk membangun gambaran-gambaran tentang ‘konsep topologi”. Kemudian mereka mengembangkan gambaran tentang “geometri proyektif” ( misalnya, konsep tentang garis lurus atau ruang tiga dimensi, persamaan, dll.)

Sementara itu, Dina dan Pieree Van Hielle yang mempelajar konsep pemikiran geometri pada anak-anak mengatakan ada empat level pemikiran geometri yaitu :

  1. Visualisasi
  2. Analisis
  3. Penarikan kesimpulan informal
  4. Penarikan kesimpulan

Keempat hal tersebut akan dilalui siswa secara lebih baik dengan pemberian petunjuk dari pada mendorong siswa untuk menghafal.