Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Maret 2009

Sebuah asa menggapai cita

Keprihatinan akan minimnya kedalaman pengetahuan siswa dalam bidang matematika di sekolah dasar dan membantu proses belajar siswa ingin sekali rasanya mendirikan sebuah lembaga bimbingan belajar. Bukan lembaga yang muluk-muluk dengan tujuan yang terlalu tinggi. Tempat ini hanya sebuah tempat dimana anak-anak merasa senang dalam belajar dan memecahkan masalah. Biarkan masa depannya mengalir dengan berbagai perubahan dan perkembangannya.
Pembelajaran matematika yang kdang tidak tuntas atau tingkat pemahaman siswa yang berbeda sangat mempengaruhi hasil akhir pembelajaran. Masalahnya adalah keterbatasan waktu dan tuntutan yang semakin besar pada hasil belajar.
Semoga cepat terlaksana

Kamis, 25 September 2008

Siapa Seh Presiden ???

Lembaga kepresidenan di Indonesia ada semenjak diproklamasikannya kemerdekaan tahun 1945. Presiden pertama Soekarno yang kala itu memproklamirkan kemerdekaan. Soekarno pada akhirnya "dituduh" menyalahgunakan kekuasaan dan berakhir dengan digulingkan, dipenjara dan "dianiaya' oleh penguasa baru bersama rakyat.
Penguasa baru ini seorang "titisan semar" katanya dia sendiri. Seorang titisan dewa dengan wajah penuh senyum dan ramah. Tanpa seorangpun (kecuali mungkin dirinya sendiri) menyadari iblis didalamya. Mbahnya dasamuka mungkin. Ya, sebangsa rahwana yang bersarang mirip shukaku di tubuh garaa atau kyuubi di tubuh naruto. Ini lebih dahsyat dan tersembunyi dibalik senyum ramah. Jalan cerita tambah menegangkan kala penguasa ini memiliki jaringan di tingkat tinggi sekaligus sebagai puncak semua mitra. Masalah mulai nampak ketika keadaan dirinya membuat negeri ini sengsara. Gosip yang beredar lantaran anak2nya yang suka foya2. Ga tau deh mana yang bener. Singkat cerita, Semar yang menitis mulai tampak bagai togog. Semar MOKSA dengan bantuan mahasiswa yang dulu membantu melengserkan Soekarno. Akhirnya siapa menabur angin dia akan menuai badai. Badai gejolak diikuti hancurnya sendi2 perekonomian negeri ini. Beruntung masih ada tulang dan otot yang menopang tubuh menunggu sampai sembuhnya sendi2.
Presiden ketiga sebagaimana ukuran tubuh beliau. Minimalis. Tampaknya dia lebih cocok dengan koordinasi bersama mesin2 dan high tech dibandingkan koordinasi dengan orang2 katro di pemerintahan. Well, nothing more about him. Sayang, suatu prestasi yang membanggakan harus tercoreng oleh politic.
Sampailah pada orang paling ganteng sebagai presiden. Gus berasal dari kata bagus yang artinya ganteng. Panggilan bagi anak laki2 orang yang dihormati. Anak dari KH Wahid Hasyim. Ulama terkemuka dengan pemikiran kontroversial dan maju. Mungkin paling "aneh" diantara semua presiden yang pernah ada. Meski akhir2 ini suka ketus kalo ngomong. "korban" konspirasi politik tingkat tinggi yang membuatnya kelihatan tidak dihargai oleh teman2 se-reformasinya. Di panggil dan di sidang di MPR namun akhirnya di minta lengser dan digantikan presiden paling cantik yang pernah memerntah.
Megawati Soekarno Putri. Putri presiden pertama. Satu-satunya presiden yang berhasil turun tahta dengan terhormat. Jarang ada yang mempermasalahkan kepemimpinan beliau (kecuali rival politik yang mupeng tentunya). Berawal dari perjuangan merebut PDI dari pemerintah pimpinan Soeharto, Mega meraih simpati rakyat yang merasa mendapat angin segar tinggalan Soekarno. Well. sayang sang suami agaknya menjadi faktor unik tersendiri dari diri ibu ini. Beberapa skandal termasuk pemberitaan bersama penyanyi dangdut membuat berkurangnya simpati. Sampai akhirnya kalah dalam pemilu 2004, agaknya Mega memiliki andil besar dalam membangun kembali sendi2 ekonomi bersama Kwik Kian Gie. Beruntung Kwik ga mau bekerja untuk orang lain.
Memulai kampanye dengan modal wajah yang menarik agaknya membuat rasa percaya diri Purnawirawan anak buah presiden kedua ini meningkat. Bersaing dengan rekan sejawat, Megawati yang banyak berkurang dukungan akibat suami, Gus Dur yang memiliki keterbatasan fisik, Wiranto yang banyak sisi gelap. Presiden pertama dengan nama akronim sebagai panggilan akrab (yang sok akrab). Anak buah panglima besar presiden kedua ini berasal dari partai gurem yang bahkan baru muncul menjelang pilpres 2004. Berkat wajah tampan dan momentum kebangkitan Golkar, menjadi presiden. Saat rakyat menghujat Golkar, dan Golkar butuh tokok diluar partai, muncul SBY - JK (Jusuf Kalla bukar Jarwo Kwat). Dua orang ini agaknya terlalu banyak dosa. Berbagai bencana melanda tanpa henti. Mulai dari hukum alam sampai bencana tek terduga seperti gempa dan tsunami. Demo bagai minum obat katanya. 3x sehari.
Tokoh diatas mewarnai istana negara dari tahun 1945-2008. Dua pertama berkuasa cukup lama sehingga harus dijatuhkan. Dua kedua terbatas seperti keterbatasan fisiknya. Dua terakhir nampaknya cukup mulus. Nah bagai mana nasib dua berikutnya?

Kamis, 18 September 2008

Ice Age 1 &2 Movie ( All About Squirrel )

Nonton Ice Age 1 dan 2 memang membuat perut terkocok saking lucunya. Emang rada aneh ketika semua tentang es yang pecah dan mencair. Percaya ga percaya semua hal tentang es yang pecah selalu berhubungan dengan tupai yang ingin makan buah kenari. Bagaimana perjuangan seekor tupai untuk sebuah biji kenari. Sampai-sampai dua seri Ice Age mengisahkannya.
Perlu melihat kalo pengen ikut keceriaannya. Cerita tentang tiga sekawan hewan purba yang aneh menjelajahi dunia es. Penuh kekonyolan, cerita persahabatan, dan es yang pecah dan mulai mencair. Kata orang global warming caused the ice melting. Mungkin kayak gitu juga kepanikan kita saat ini. Well, it's a fake secure feeling.

Rabu, 17 September 2008

KU Tandai Hari ini

17 september 2008 / 18 ramadhan 1429 H
something n i don't know. Hope there be nothing. Just to remind me of my fault.
Love u honney

Jumat, 22 Agustus 2008

Hasil Personality Test

Iseng-iseng ikut pilihangue.com trus ikut personality test yang gelar/kerja kayak yang iklan coconut boat itu . Ini hasilnya :

Hasil Personality Test

Loe Berusaha Menyeimbangkan Ilmu Akademis dan Praktikal

Loe termasuk orang yang ngga pernah ekstrim dalam menilai suatu hal, termasuk di dalamnya saat menentukan langkah mencapai kesuksesan dalam meniti karir di pekerjaan. Karena itu, loe merasa bahwa pendidikan formal sebagai sarana mendapatkan gelar memang penting, namun ada juga penunjang lain seperti penguasaan keterampilan tertentu, dan pengalaman langsung yang juga ngga kalah pentingnya. Bahkan menurut loe keduanya ngga bisa dipisahkan dan saling melengkapi. Loe ngga pernah mendewakan salah satunya dan berusaha seimbang menjalankan keduanya selagi punya kesempatan.

Dengan pandangan yang loe miliki ini loe jadi terbuka dengan banyak hal. Segala kesempatan yang menurut loe positif akan loe coba, tokh ngga ada salahnya juga melakukan suatu hal yang bermanfaat sepanjang loe memang mampu. Wah, acungan jempol deh buat loe! Artinya loe udah menyadari betul pentingnya ilmu sebagai landasan berpikir disertai dengan praktek langsung di dunia nyata merupakan kombinasi yang saling melengkapi satu sama lain dalam meraih kesuksesan di dunia kerja. Loe pun mau menerima berbagai masukan demi pengembangan diri dan ngga cepat memandang suatu hal dengan buruk dulu sebelum benar-benar terjun langsung ke dalamnya.

Jumat, 06 Juni 2008

Membuat Header Images Personal Pada Moodle Themes Autumn

Finally, sebuah custom header moodle versi themes autum tercipta sudah maryanta.co.cc yang pertama dipakai sebagai percontohan. Setelah browsing dan searching ke berbagai tempat khususnya forum-forum moodle berbahasa indonesia dan tidak ketemu. Saya memutuskan dengan segenap keberanian diri dan tekat yang kuat sekuat baja (cieee) bereksperimen dengan kemampuan yang pas-pasan.
Baru mau lulus sarjana pendidikan matematika, pak guru nih aneh deh. Kok tiba-tiba punya ide untuk membuat tampilan pada moodle. Ga punya kemampuan php, scripting, apalagi ngerti cara merubah configurasi. Bener - bener nekat sodara-sodara.
Anyway, after all that suffer, all pain I felt all this week, it paid. Ngerti juga akhirnya. Biar masih ada apanya tapi lumayan buat pemula (narsis). Just want to share ma siapapun yang nemuin post ini. Gw bukan orang yang sok tahu juga bukan orang yang pelit. jadi kalo lo butuh ya ambil kalo ga ya jangan ngejek ya....
What I changed from this image is styles_autumn.css. <- apaan tuh?
find it on /public_html/theme/autumn
nah, kalo mo rubah gambar ya tinggal cari baris header-home .headerimg1
url(pix/fall_leaves.jpg)
ganti fall_leaves.jpg dengan gambar custom kamu yang sebelumnya udah di upload di /public_html/theme/autumn/pix
nah, jadilah gambar custom kamu.
Buat Bapak/ibu guru yang mau buat situs pribadi dengan basis moodle ya semoga sukses deh. Agak ribet seh tapi lumayan kok. Kalau mau hostingan Gratis tissss tanpa bayar apapun ya tinggal klik

Free Web Hosting with Website Builder

Rabu, 21 Mei 2008

Akhirnya Moodle Bisa Sedikit demi Sedikit Terkuasai

Alhamdulillah, website moodle yang dipesan sama pak maryanta mulai menampakkan bentuknya. Setelah nggak dong selama beberapa bulan, research, dan googling hampir tiap hari. Akhirnya tahap terakhir tinggal menunggu waktu. Sayang maryanta.co.cc yang menjadi model percontohan masih numpang di alamat orang yang cuman boleh nemu. Mungkin suatu saat dapat dipindah sesuai dengan alamat resminya.
Saat ini saya masih mencari tampilan terbaik untuk halaman depan situs itu. Masalahnya adalah bagi orang gaptek seperti saya membuat tampilan depan bukansesuatu yang mudah. Tanya sana-sini ga ada yang tahu. Mau frustasi tapi malu sama perut. hehehehe. Ntar deh kalo sempat coba buat sendiri. Ntar kalo udah jadi dan secara resmi launching! tunggu tanggal mainnya.
Seharian kemaren coba upload flash di geocities.com/lha_kok dan di anggero.co.cc serta malamindah.wordpress.com. Gara-gara paidjo mo ikutan lomba di kampungnya. Lumayan kalo menang bisa ikut bangga. Belom lagi ibu dosen yang minta di ajarin buat blog di wordpress dan blogspot. 10 x 10 = capek deh.......
Cerita KKN di piyugan besok aja ya! yang penting dah bisa buat taman disana.

Rabu, 07 Mei 2008

Berjamaah Mendzalimi Orang Lemah dan Minoritas

Wacana akan ditandatanganinya SKB tiga menteri menyangkut keberadaan Ahmadiyah di Indonesia menjadi berita hangat beberapa hari ini. Meski saat cerita ini turun sudah agak dingin meski belum basi banget. Kondisi masyarakat yang menurut saya "belum dewasa secara mental jika sedang berjamaah" membuat keluarnya SKB sebagai "pelampiasan" kekesalan masyarakat terhadap kondisi ekonominya. Jadi, jangan heran jika begitu keluar SKB maka akan ada "pembantaian, perusakan dan penjarahan" terhadap jamaah maupun aset ahmadiyah. Kondisi ini akan diperparah dengan keterlibatan MUI sebagai suatu badan yang dekat dengan pemerintah.
Jika SKB dan seluruh kejadian itu benar terjadi maka BAKOR PAKEM patut diberi penghargaan sebagai penggagas seluruh rangkaian kejadian tersebut. Bagaimana tidak, merekalah penggagas ide itu. Selama berpuluhpuluh tahun sejak Mirza, dan tidak pernah terusik orang yang mengikutinya. Bukan saya setuju hanya memang negara ini berasaskan Pancasila bukan Keislaman. Jika ditanya apakan yakin terhadap apa yang diyakini mereka?Wah, itu masalah lain. Saya belum pernah mendalami.
Permasalahannya adalah negara 'sudah terlanjur' menjamin kebebasan memeluk agama, beribadah berdasarkan agama dan keyakinannya itu (UUD pasal 29 ayat 2) dan kebebasan berpendapat, berpikir dan berkumpul (UUD pasal 28) Nah kalau mau melarang ya sekalian amandemen lagi UUD dan semua aliran Islam selain yang diyakini MUI dan BAKOR PAKEM. Seandainya muhammadiyah dan NU tidak memiliki wakil di kedua institusi itu ya siap-siap aja buat di haramkan di Indonesia tercinta ini.


Link terkait:
  1. Nabi palsi bernama Mirza Gulam
  2. MUI Betanggungjawab Atas Kekerasan Terhadap Ahmadiyah
  3. Anggap SKB Ahmadiyah solusi, Pemerintah Lucu

Senin, 05 Mei 2008

Mengajar Les Pada Sebuah Bimbingan Belajar - Suatu Refleksi Diri

Sudah hampir lima bulan saya menjadi fasilitator matematika (a.k.a tentor/guru les) di sebuah bimbingan belajar 3A Children Center di Jl.Colombo no 8 Yogyakarta (Sekalian Promosi). Tapi, bukan itu yang akan dibahas disini. Tapi tentang bagaimana proses belajar-mengajar yang terjadi dalam ruangan kelas saya itu. Konsep pendidikan untuk anak-anak telah membatasi kelompok umur yang masuk dalam lembaga bimbingan belajar tersebut. Jika selama ini lazimnya anak-anak yang ikut les itu mulai dari SMP atau minimal SD kelas V dan VI dalam rangka menghadapi UNAS maka kondisi berbeda mulai marak. Di 3A Children Center, banyak muris yang berasala dari kelas 0 hingga kelas V . Hal ini membuat kesulitan tersendiri dalam mengajar. Bukan hanya harus sabar namun harus memiliki kearifan, dan perilaku yang sehat. Bayangkan saja, jika anda ditanyai oleh anak TK tentang apa itu tornado atau katrina? Bagaimana anda menjelaskannya? Atau pernah suatu ketika mereka bertanya tentang apa itu menit, apa itu detik? Pernah memikirkan cara menjelaskan satuan waktu seperti menit dan detik pada anak yang bahkan belum duduk di bangku SD?
Meski banyak ahli berpendapat bahwa mengajarkan anak tentang suatu konsep abstrak terlalu dini tidak baik bagi perkembangan anak itu sendiri, toh banyak orang tua yang "melanggar" hal itu. Meski perbuatan itu tidak dapat disalahkan mengingat syarat untuk masuk ke sekolah 'favorit' memang mengharuskan kemampuan itu. (Baca juga menghindari kekerasan pada anak )
Back to the topic. Saya pernah membaca suatu pendapat dalam suatu buku (kalo ga salah time life seminggu belajar matematika) anak-anak sebaiknya tidak diajarkan matematika dengan cara yang rumit. Memang jika kita lihat buku-buku pelajaran saat ini memang bukan main rumitnya bagi anak-anak yang baru mulai mengenal ilmu hitung(matematika). Bagaimana tidak, anak-anak dituntut untuk dapat menghafal angka. Setelah dirasa hafal, mereka harus mengucapkan angka secara benar balam urutan yang acak sebelum mereka diharuskan mengurutkan suatu susunan angka acak menjadi suatu susunan yang diharapkan. (mirip-mirip cari integral ganda gitu deh kalo buat mahasiswa).
to be continued..........

Senin, 28 April 2008

Nonton Empat Mata yang ada Aura Kasih

Tadi sore, secara tidak sengaja nonton empat mata (itu lho, acara di trans 7 yang isinya seputar masalah bibirnya tukul) bukannya ga suka seh tapi acaranya sering terlalu banyak menghina orang. BTW, tadi sore kebetulan nonton pas ada Aura Kasih disana( Cie... nih blog bahas Aura melulu neh jadinya) ga tau lagi ngapain. Ga jelas juga apa yang dibahas disana cuman tadi gambarnya ga terlalu jelas jadi dipindah (thats what a remote control for-thanks to someone who invent it).
Nah, pas pindah lagi. Aura pas nyanyi. Saat-saat yang ku tunggu Akhirnya Datang Juga( loh?). Sayang, pas udah mulai jadi kurang menarik. Beberapa adegan yang bikin ga menarik yaitu :
  1. Aura nyanyinya ga sepenuh hati n cenderung ketinggalan beat. Entah ga prepare atau emang aslinya ga bisa nyanyi sampai berita ini diturunkan belum terjawab.
  2. Saat tukul bergoyang di deket pantat. Sumpeh, itu bikin ilfil buanget. Seronok dan ga pantes meski acara empat mata emang terkenal fulgar n seronok.
  3. Lagu yang dinyanyikan kurang bagus kalo buat acara di panggung sempit dan melihat antusiasme Aura saat nyanyi emang nggak banget lagunya. Bukan masalah lirik dan komposisi cuman masalahnya adalah acara yang diadakan dan tempat yang tersedia. Kalo konser sekalian malah bagus lagu itu.
  4. Udah deh kapan-kapan lagi yang ke-empat.
Nah, itu kelemahan acara tadi (28/04/2008). Sekarang sarannya kalo emang bisa diakses yang dimaksud.
  1. Lagu yang dipilih mending nggak mari bercinta terus. Selain udah bosen juga suasana yang ga mendukung. Mending long distance atau yang beatnya lebih nyantai.
  2. Persiapan lebih matang sehingga ga ketinggalan beat.
  3. Kalo emang ga mau deket-deket ma tukul ya jangan mau diundang. Kasihan udah ga boleh pegang, pake digantiin adul lagi. Liat muka mupengnya tukul jadi ga tega deh....
  4. Dansanya ga sepenuh hati tuh, jadi ga enak liatnya.
But, thanks to empat mata team yang udah ngundang salah satu artis baru yang mau terkenal. N gw suka bgt. Kapan-kapan undang yang bagus n kurangin deh itu yang namanya guyonan fisik. Kata pelawak-pelawak yang udah senior itu udah ga masuk lawakan cerdas walaupun masih lucu ( kadang-kadang).

Minggu, 20 April 2008

Menghindari Kekerasan Pada Anak

Di era keterbukaan ini, perjuanagn untuk dapat memerdekakan setiap unsur kehidupan seolah mendapat jalannya masing-masing. Atas nama HAM, hak-hak Hewan, bahkan hak Anak. Demi mengakomodir hak anak inilah tulisan ini dibuat. Sudah wajar jika kita saat ini merubah cara pandang terhadap anak-anak kita. baik orang tua, guru, maupyun orang lain disekitar anak tumbuh. Meski dalam kenyataanya apa yang diharapkan masih jauh dari kenyataan, masalah itu adalah suatu yang berbeda dari pangkal permasalahannya.
Tidak hanya hak-hak atas pendidikan tapi yang harus dipikirkan adalah hak untuk mendapat kebebasan berpikir dan bertindak sebagai anak-anak. Kekerasan pada anak sekarang bukan lagi milik anak yang tumbuh dari keluarga miskin, anak jalanan, maupun anak dengan sejarah kekerasan maupun "ketidaknormalan" keluarga. Anak-anak dengan keluarga kaya (atau paling tidak mampu), maupun anak yang dibesarkan dalam keluarga "normal" seakan iri untuk mendapatkan pelajaran keras dalam kehidupan ini. Setidaknya intulah gejala yang dapat teramati sampai saat ini.
Masalah anak-anak bukan lagi tentang mencari uang untuk membantu keluarga, pemukulan hingga pemerkosaan. Masalah lebih terselubung ternyata tidak lebih ringan dari masalah-masalah tersebut. Atasnama pendidikan lebih baik para orangtua, beberapa guru maupun beberapa sekolah telah melampaui batas kewajaran dalam mendidik anak-anak mereka. Kewajiban untuk belajar tanpa istirahat, mengerjakan tugas tanpa lelah, tanpa bermain.
Saat sekolah-sekolah unggulan mengharuskan seleksi yang ketat, orang tua menginginkan persaingan. Saat keinginan tidak tercapai, anak bodoh menjadi julukan baru. Saat ini, bukan hanya anak yang benar-benar tidak mampu mengikuti pelajaran teman sekelasnya yang dibilang anak bodoh, tetapi anak-anak dengan prestasi membanggakan pun bisa jadi anak bodoh saat tidak bisa memenuhi ambisi orang tua untuk masuk sekolah unggulan.
Satu contoh yang paling mudah adalah ketika sekolah-sekolah unggulan mengharuskan calon murid untuk sudah dapat membaca dan menulis dengan lancar agar bisa masuk menjadi siswa. Selain itu mereka juga harus lulus psikotest dan bisa menghitung (mengurutkan angka, menjumlah, dan mengurang). (Untung saya sekolah SD 17 tahun yang lalu jadi tidak perlu menjalani penderitaan itu) Bimbingan belajar menjadi 'pelarian' orangtua yang ingin anaknya sekolah di tempat yang mereka anggap unggul.
Bagaimana tidak, hampir setiap hari anak-anak harus mengikuti berbagai macam les untuk mendukung usaha masuk ke sekolah unggulan. Memberikan sehari pada hari minggu sebagai ajang main Game anak sepuasnya. Memberikan motivasi negatif merupakan kelemahan terbesar para orangtua masa kini. Saat anak merasa lelah belajar, mereka dijanjikan sesuatu sebagai penyemangat bukannya memberikan waktu sejenak untuk mengistirahatkan otaknya. Tak ada yang bisa dilakukan seorang guru TK untuk menyiasati hal itu. Mereka diajarkan bahwa pengenalan hal-hal lain selain bermain terlalu dini akan merusak perkembangan otak anak dimasa depan. Sebaliknya, jika tidak diajarkan maka banyak anak yang pindah sekolah untuk mengejar sekolah unggulan.
Saatnya merubah paradigma berpikir dengan cara pandang 10-15 tahun kedepan saat anak-anak itu tumbuh dewasa. Apa yang lebih dibutuhkan untuk hidupnya. Kebingungan atau pemahaman akan hal-hal baru termasuk alamnya.
Mungkin perlu melihat pada tulisan Buruk Rupa TV, Kita Celaka sebuah tulisan yang bagus tentang anak-anak.

Sabtu, 12 April 2008

At Last, Pengunjung ke 1000. Thanks Aura!

Akhirnya pengunjung ke 1000 itu mampir juga ke blog ini. Blog yang semula hanya dikunjungi sendiri ternyata ada hoki juga setelah masang lirik aura kasih yang malaikat penggoda, long distance dan mata keranjang. Kalo dulu search engine pasang nama blog ini di daftar akhir2 tuh...nah, sekarang (sekali lagi thanks aura) bisa top search. Kalo cari lirik lagu mata keranjang aura kasih atau long distance aura kasih pasti muncul di deretan atas deh....
Semoga dapet ilham buat nulis lebih baik. Wish best luck for all visitors.

Selasa, 08 April 2008

Situs Porno Tidak Jadi Dibredel

Setelah beberapa hari terakhir muncul banyak berita tentang UU ITE dan Pemblokiran situs porno, maka hari ini saya mencoba mengakses salahsatu situs porno tertua di dunia yaitu worldxxx.com. Ternyata situs tersebut masih dapat dibuka dengan lancar tanpa kendala apapun. Bahkan beberapa hari setelah UU ITE disahkan situs-situs porno lokal pun masih terlihat santai dan tenang bahkan dapat diakses dengan bebas. Benarkah ada niat pemblokiran dari pemerintah melalui server yang masuk Indonesia?
Apalagi beberapa waktu lalu nonton perspektif Wimar dan katanya google mau diblock. Lho, kok malah tambah aneh?
Emangnya search engine cuman google apa? Emang pemerintah ga tau kalo ada cathcha, yahoo, dll yang males kalo disebut satu-satu. Apa semua mau diblok? Masalahnya pada blog ini bukan pada setuju atau tidaknya terhadap blokir, pemerintah, aturan perundang-undangan maupun etika. Masalah yang lebih besar ternyata bukan itu, masalahnya adalah keterbatasan akses yang dimiliki untuk dapat berkembang. Bayangkan saja jika sorang pemilik blog di blogspot (termasuk saya) yang menggantungkan hidupnya pada kebebasan bicara di blognya kemudian harus berpindah rumah. (Terbayang deh sedihnya orang jakarta yang sering kena gusur itu)
Masalah bangsa ternyata tidak melulu pornografi internet. Itu salah satunay saya setuju tapi jika itu sebagai masalah paling besar saya tidak setuju. Bayangin aja, tanpa harus akses internet (terlepas dari mana lokasi akses, pasti bayar juga kan) siapapun bisa mengakses yang tayangan dewasa yang menjurus pada tayangan seks pada salah satu TV tiap selasa pagi sampai jumat pagi jam 2 sampai sekitar jam 4an. Gratis dan live. Itu belum termasuk acara infotainment yang membahas artis dangdut serta acara yang lain baik lokal maupun asing. Tidak termasuk tayangan TV berbayar juga yang menampilkan gulat wanita. Kenapa harus internet jadi korban?
Satu cerita menarik dari Jogja. Ini sungguh terjadi dan ada. Di suatu kampung di daerah pinggiran kota, pada malam minggu di suatu rumah, di pinggiran kota Jogja. Ada seorang anak SD (Sekolah Dasar) dikunjungi oleh pacarnya. Betapa mengejutkan bagi mereka yang mengetahui apalagi ini masih di daerah dimana banyak orang mengenal satu sama lain. Di tempat yang lain, anak-anak seusia mereka mengendarai sepeda motor "Nongkrong" di sudut-sudut kota. Bergembira layaknya orang dewasa.
Apa iya, itu korban internet? Benarkah anggaran pemerintah untuk situs porno itu dari hati nurani yang terdalam? Saat rakyat menderita karena hal-hal yang tidak masuk akal, dimana keadilan?

Rabu, 19 Maret 2008

Hasil Test Tickle

Take this test!
Looks like you're well on your way to being a green genius. You've come a long way since the days when you'd throw out a glass bottle (remember doing that?) or let the toilet run for weeks and weeks before getting it repaired. Caring and compassionate about all things environmental, when the times changed, you did your very best to change with them. And you definitely take that kind spirit into other parts of your life, which everyone appreciates.


Of course, there's still a lot you can do to help the planet even more. Why not try lowering the heat a little bit, remembering your reusable tote when you head to the grocery store, or taking a refreshing walk instead of taking the car. Every single step you take helps make the planet a little greener for you and for generations to come. Way to make a difference!

Jumat, 18 Januari 2008

Melihat American Idol

Hari ini, nonton American Idol di Global Tv. Ga biasanya seh....cuman ga ada pilihan lain. Daripada merusak otak dengan nonton sinetron yang isinya cuman bulying dan KDRT maka tergeraklah jemari ini untuk nonton American Idol.
Biasanya kan ada film ya jam 8 malam?
Never mind,
Pas lagi enak-enaknya nonton, terdengar bisikan entah dari mana...(hiiii serem ga tuh) ....
waktu lagi ketawa liat para kontestan, aku jadi sadar..........
jadi, begini saudara-saudari semua,
Sadar atau tidak, kita sering mentertawakan orang karena keadaan mereka. benar ga?
Bukan karena kita lebih baik, cuman seneng aja kalo liat orang di permalukan apalagi didepan umum. Minimal buat mereka yang sukarela untuk malu lah........
See, kita liat aja contoh tadi.
Peserta audisi melakukan hal yang aneh baik disengaja ataupun tidak. Banyak yang sengaja aneh tapi ada juga yang karena keadaan yang "normal" bagi mereka adalah aneh bagi orang lain. Misalnya wajah jelek atau postur yang tidak ideal.
Itu contoh dari American Idol.
Nah Sekarang di Indonesia, banyak sekali peniruan Idol-idol itu yang bahkan lebih parah karena cuma jadi peniru. Ga ada cerita penjiplak lebih bagus dari originalnya.... ya ga? cek aja motor.
Soal menghinakan orang di muka umum ini sudah banyak terjadi terutama terhadap mereka yang minoritas, jauh dari penguasa dan mau bicara benar ketika yang lain mendustakan kebenaran.
Sayang, biasanya yang seperti itu mati muda atau hilang entah kemana..........
perseteruan vertikal dan horisontal biasanya menimbulkan salah dan benar di sisi penguasa dan bukan berdasarkan hati nurani. Kok jadi jauh banget ya........What ever lah....
beberapa hari ga makan tempe jadi aga error..................Miss You My Tempe

Minggu, 12 Agustus 2007

Pilihan Lurah Telaga Air

Semua orang yang berada di ruangan menjadi diam bagai dihipnotis ketika tamu itu mulai berbicara.
“Jadi, saudara-saudara sekalian harap maklum. Satu bulan lagi akan diadakan pemilihan lurah baru di kelurahan kita ini. Sebab kiat semua ngerti to, jabatan lurah sedang kosong,” ucapnya. Lalu beliau mulai membicrakan hal-hal tentang pemilihan lurah itu sendiri termasuk calon-calon yang akan dipilih.
“Oleh sebab itu, saya disini istilahnya mint abantuan saudara-saudara untuk mendukung atau kasarannya milih Pak Saridja sebagai lurah yang akan datang. Wong beliau sendiri saya kira lebih baik dari calon-calon yang lain. Selain itu, beliau juga kan putra daerah ya to?” ungkapnya dengan logat jawa yang kental. Diam menyekap mulut para pemuda itu untuk sejenak. Berikir, menimbang dan mungkin menghitung laba.
“Maaf, begini pak,” sebuah suara dari bibir pemuda bernama Andri.
“Kami bersedia dan siap untuk mendukung Pak Saridjo. Namun, kami minta bantuan dan kerelaan beliau untuk membangun jalan di sebelah timur kampung kita itu pak.”
“Baiklah, nanti kami konsultasikan dahulu dengan beliau. Tapi anda juga mesti ingat, harus konsekuen lho! Kalau sudah dibantu, ya harus benar-benar milih. Jangan mencla-mencle.”
“Itu nanti ada duitnya ngga’ pak?” celetuk yang lain, disambut dengan senyum simpul dari seluruh anggota.
“Hal ini masih dalam pertimbangan keluarga sehingga saya belum mampu mengatakan ya atau tidaknya,” jawab tamu itu.
“Mungkin ini saja yang dapat kami sampaikan dan sudilah kiranya saudara-saudara mau mendukung Bapak Saridja. Kalau ada salah kata kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih atas waktu yang diberikan,” kata-kata penutup manis namun panjang dan membujuk diucapkan tamu itu.
“Terimakasih atas informasi yang disampaikan. Semoga rekan-rekan dapat memilih calon sesuai dengan aspirasi rekan-rekan semuany,” ketua pemuda menutup rapat setelah semua agenda terlaksana.
“Selesai juga,” ucapku dalam hati.
“Mana sudah jam sepuluh lagi.”
Hari yang sangat melelahkan bagiku. Setelah seharian berkutat dengan kuliah, lalu rapat-rapat keorganisasian siang tadi akhirnya rapat ini selesai sudah. Tak ku sangka aku bisa menjadi orang sok sibuk juga. Jadwal apel malam mingguku pun harus mengantri dan bahkan aku batalkan. Akhirnya aku bisa pulang dan bersantai menunggu besok untuk pergi ke rumah calon istriku itu.
“Mas, bs t4ku ga?cpt ptg!” sebuah pesan tiba-tiba muncul di layar ponselku. Tumben denokku itu sms selarut ini, minta aku kesana lagi. Langsung aku ambil motor kesayanganku lalu meluncur ke arah kota. Maklum, rumahnya berada hamper di tengah-tengah kota.
“Ada apa nduk?” tanyaku setelah sampai di rumah calon mertuaku.
“Simbah sakit, kamu ada duit ngga?”
“Aduh, brengsek!” makiku dalam hati.
Baru aku mau muntah soal duit. Kenapa sekarang ada masalah seperti ini. Kacau! Mataku terpejam sesaat. Terbayang akan apa yang disampaikan tamu pada pertemuan pemuda tadi sore. Pikiranku melayang pada calon lurah baru yang bisa menjadi sumber dana bagi simbah. Aku mungkin miskin, tapi otakku sangat bisa ku andalkan. Dengan modal otak dan mulut mungkin dia mau membantuku jika aku membantunya menjadi lurah. Ah, mungkin.
“Pak, saya ingin matur sama Bapak. Itu pak, soal pilihan lurah nanti. Terus terang saja pak, saya ingin dan bisa membantu bapak agar bisa menang. Mungkin lebih dari Tim Sukses yang bapak punya. Saya jamin itu,” ucapku lantang sambil sesumbar di hadapan Saridjo.
“Kamu ini bisa saja. Imbalannya?”
“Saya ingin minta bantuan dana dari bapak untuk biaya berobat simbah saya ke rumah sakit. Tidak banyak kok. Sepuluh juta saja. Dan saya jamin bapak pasti menang kali ini,” seolah aku ini yang menentukan siapa yang akan menjadi lurah. Setelah sekian menit dan dengan mulut yang hamper berbusa karena meyakinkan dia, akhirnya mau juga Saridjo buka mulut.
“Ok, aku beri lima juta dulu. Sisanya nanti setelah aku jadi lurah dan mungkin kamu akan aku beri bonus nanti. Tapi kalau sampai aku kalah kamu harus ganti rugi tiga kali lipatnya. Deal?”
“Deal. Tapi kalau bapak berkenan saya ingin meminta uang lima juta itu sekarang,” ucapku sehalus mungkin. Aman. Simbah bisa segera masuk rumah sakit, pikirku.
“Ok,” Saridjo masuk ke rumahnya dan mengambil uang sebanyak 5 juta rupiah cash. Tak lupa ia menitipkan sebuah ancaman halus bagiku. Jika aku tidak bisa menjadikan dia lurah maka matilah aku. Dapat dari mana duit 30juta itu. Namun, kalau berhasil, 15 juta masuk kantong itu pasti.
“Persetan, itu bisa dipikir besok,” hatiku mulai menenangkan diri. Aku segera mohon diri dengan memberikan janji muluk yang aku harap bisa membuatnya terbang dan melupakan ancamannya itu.
Aku muak denagn semua money politics ini. Tapi, apa mau dikata. Simbah sakit dan berobat harus pake duit. Aku hanya orang miskin yang pintar bicara dan membual. Kerja aku belum punya, apalagi uang sebesar itu. Sebagai petani, tentu aku tak bisa meminta uang sebesar itu pada orang tuaku. Bisa sekolah saja aku sudah sangat berterima kasih. Duh Gusti, bagaimana ini. Tuhan. Aku hampir lupa dengan Dia. Setelah semua usai, aku akan mulai menemuinya lagi. Mungkin Dia masih mau memaafkan semua salahku. Kata-Nya Dia Maha Pengampun. Aku berharap masih bisa bertemu Dia untuk meminta maaf.
Dua bulan berlalu. Aku dan ‘mulut besarku’ telah berhasil membuat sebagian besar warga terbujuk. Berbagai cara mulai nasionalisme, pembodohan serta segala bualanku telah membuat mereka takhluk. Saridjo menang telak. Uang 20 juta bahkan telahmengalir lancar ke kantongku. Simbah bahkan sudah sembuh seperti dulu lagi. Semua uang aku berikan pada calon istriku. Aku lebih percaya dia untuk mengurus semua keperluanku Namun dibalik semua itu, aku merasa ada sesuatu yang mengganjal. Suara hatiku kini mulai terdengar kembali.
“Memang kemana dia selama ini?”
“Tuhan maafkan aku. Semua dosa yang telah aku perbuat,” ucapku lirih dalam kesunyian. Hari ini suara adzan subuh terasa menyejukkan hati.
In memories of Endra. Jogja, 2005

Maaf Ibu Pertiwi

Maaf Ibu Pertiwi


Penghujung Juli 2007. Sebentar lagi akan ada peringatan 62 tahun Republik Indonesia. Di sebuah kampung di Yogyakarta. Sebuah rumah dekat makam. Tidak terpencil. Hanya terletak di pinggiran kampung. Pemilik rumah tampak sibuk dengan kegiatan sehari-hari. Bukan mereka tidak tahu sebentar lagi hari kemerdekaan RI. Sulitnya hidup membuat mereka tidak sempat menangkap eforianya. Bukan tidak cinta negeri ini. Hanya miskin.
Hari berlalu dengan cepat. Awal Agustus. Ini hanya berarti kerja bakti dan penarikan sumbangan bagi keluarga itu. Bersih kampung merupakan acara rutin setiap mendekati 17 Agustus. Begitu pula dengan penggalangan dana. Sejenak mengurangi uang makan demi kecintaan pada ibu pertiwi. Setidaknya itu masih bisa mereka lakukan. Entah sumbangan untuk pedukuhan atau untuk RT yang penting bisa memberikan sesuatu untuk merayakan kemerdekaan.
“ Merdeka? Benar. Seharusnya sekarang sudah jaman kemerdekaan. Merdeka dari apa? Penjajah?” Pak Tua berdebat dengan alam pikirannya sendiri.
“ Lalu orang-orang yang memungut pajak itu siapa?”
“ Mereka itu adalah pemerintah. Orang-orang pandai dan berbudi luhur yang menjalankan Negara agar lebih maju.” Pikirannya mulai berdebat entah dimana letaknya.
“ Berbudi luhur tapi tidah berhati. Menurutku perut mereka lebih maju daripada negeri ini.” Pesimis, Pak Tua memandang para pejabat yang pernah dilihat dan ditemuinya selama ini.
“ Tidak, perut mereka buncit pasti bukan karena itu. Mungkin karena mereka sering rapat membahas kemajuan negeri ini sehingga tidak sempat berolahraga. Selain itu pasti karena sering menghadiri jamuan demi kelancaran bantuan dan pembangunan.” Sanggah pikirannya lagi.
“ Kang, ayo kerja bakti. Ngalamun apa? Yang sudah ya sudah tidak perlu dipikirkan!” Seorang tetangga membuyarkan lamunannya.
Mereka berangkat menuju jalan kampung untuk bergotong-royong membersihkannya. Jalan cor hasil swadaya masyarakat ditambah sumbangan calon bupati yang sekarang sudah menjadi bupati terpilih, ditambah dari calon lurah yang sekarang juga sudah menjabat serta dari bantuan pemerintah. Rumput dan semak liar dibersihkan lalu dibakar. Tampak kerukunan dari semua elemen masyarakat. Setelah semua bersih mereka pulang kerumah masing-masing.
“ Kang, rumahmu dipasang bendera biar kelihatan bagus. Letaknya di pinggir jalan kan? Biar kalau orang melihat tampak semarak.” Kata Pak RT kepada Pak Tua.
“ Iya pak, nanti saya cari benderanya. Kalau sudah ketemu nanti biar saya pasang di depan rumah” Ucap Pak Tua.
“ Kalau tidak ada ya beli dong Kang. Paling berapa harganya. Setahun sekali dipasang itupun bisa dipakai beberapa tahun.” Ucap tetangganya.
“ Harganya murah tapi kalu tidak ada kesadaran juga percuma. Tidak akan beli juga. Itu kan tergantung kesadaran masing-masing. Iya tidak pak?” Yang lain menimpali.
Perlahan tapi pasti mendung mulai bergelayut di wajah tua itu. Seolah tak peduli dengan para tetangga yang tertawa dengan ucapan salah satu diantara mereka tentang kejadian yang dialaminya. Sampai dirumah Pak Tua menghela nafas. Beban hidup mulai terasa berat kembali. Ia ingat ucapan Pak RT tadi. Dicarinya bendera itu kemana-mana. Semua tempat penyimpanan sudah diperiksa dengan teliti namun apa yang dicari tetap tidak ditemukan. Kembali dicari namun tetap tidak ada. Ia ingat bahwa bendera tahun lalu sudah kusut lalu dibuang pada saat membersihkan puing-puing rumahnya akibat gempa.
Tok! Tok! Tok!
“ Permisi ! ” Seorang pemuda dari RT lain tampak berdiri di depan pintu sambil membawa stofmap.
“ Iya, Silahkan masuk.”
“ Begini pak, ini saya dari panitia peringatan HUT RI se-Pedukuhan akan menyelenggarakan malam pentas seni. Untuk itu kami meminta bantuan bapak sekeluarga seikhlasnya.” Ungkap pemuda itu.
“ Baik, tunggu sebentar ya mas.” Pak Tua masuk lalu mengambil uang lima ribuan dan memberikannya kepada pemuda itu.
“ Terimakasih pak, saya mohon pamit” Si pemuda lalu keluar dan hilang di tikungan pojok rumahnya.
Tidak berapa lama, datang lagi seorang pemuda. Kali ini tetangganya sendiri. Juga membawa stofmap di tangan kanannya. Stofmap berisi permintaan sumbangan untuk acara tirakatan di RT. Pak Tua yang tidak bisa baca tulis itupun hanya mengiyakan sambil memberikan uang lima ribu seperti tadi. Setelah pemuda itu pergi istrinya datang.
“ Pak, uangmu yang tujuh ribu di dompet tadi tak ambil untuk beli sayur buat masak.”
“ Oh, ya sudah tidak apa-apa. Tapi itu uang terakhir lho.” Sambil berlalu menuju peraduannya.
Saat malam menjelang Pak Tua melamun menatap atap dalam kamar yang hanya diterangi lampu lima watt. Seandainya hidupnya lebih mapan dari sekarang. Bendera merah putih saja dia tidak punya. Uang tujuh belas ribu rupiah yang akan dibelikan bendera sudah habis tak tersisa. Itupun ia tidak tahu akan makan apa besok. Benarkah negeri ini sudah merdeka pikirnya. Mata tua terpejam seiring malam merayap naik. Maaf ibu pertiwi, tahun ini aku tidak memasang bendera untuk memperingati kemerdekaanmu. Rembulan muncul terang namun hanya sebentar. Lalu tertutup mendung pekat.